Sunday, March 21st, 2021

PARA pencinta speciality coffee Tanah Air bersiaplah! Indonesia Coffee Events (ICE) 2021 kembali digelar. Kompetisi kopi paling bergengsi yang diselenggarakan oleh Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) ini akan dilaksanakan pada 23-25 Maret 2021.

Karena event ini masih dalam masa pandemi, maka penyelenggara memutuskan ajang ini dilaksanakan secara tertutup dan hanya disiarkan melalui live streaming.

Ketua SCAI Periode 2021-2025, Daryanto Witarsa menjelaskan bahwa sebenarnya ICE 2021 ini merupakan lanjutan dari ICE 2020 yang sempat tertunda lantaran terjadi pandemi di 2020.

Oleh sebab itu, dalam ICE 2021 akan ada tiga kompetisi yang diselenggarakan, yaitu: Indonesia Coffee in Good Spirit Championship (ICiGSC), Indonesia Latte Art Championship (ILAC), dan Indonesia Cup Taster Championship (ICTC).

Sedangkan tahun lalu, kompetisi yang sempat diselenggarakan hanyalah Indonesia Barista Championship (IBC) dan Indonesia Brewers Cup Championship (IBrC). Saat itu, Mikael Jasin keluar sebagai juara IBC dan Santoso Ardiansyah menjadi juara IBrC.

Menurut Daryanto, ICE 2021 lebih menarik dari ajang serupa di tahun-tahun sebelumnya. Sebab, di ICE 2021 akan dipertandingkan kompetisi ICiGS untuk kali pertama di Indonesia. ICiGSC merupakan kompetisi untuk memadukan antara minuman alkohol dengan kopi.

“Kemampuan bartender dan barista akan digabung menjadi satu dalam ICiGSC. Kompetisi ini pun menyesuaikan tren di luar negeri yaitu coffee alcohol. Di Indonesia sendiri, sudah ada banyak bar-bar baru yang telah menghadirkan minuman alkohol dengan kopi. Something new, something unique, and surprisingly banyak yang berminat di Indonesia,” ungkap Daryanto di Jakarta.

Khusus untuk ICiGS ini rangkaian kompetisinya dimulai sejak Minggu (21/3) yang dihelat di Caspar, Jakarta. Di tanggal tersebut, para peserta ICiGS akan menjalani Spirit Bar, sebagai rangkaian awal kompetisi. Baru nanti dilanjutkan di acara puncak tanggal 23-25 Maret 2021.

ICE 2021 dihadiri total 59 peserta dengan rincian ICiGSC 8 peserta, ILAC 28 peserta, dan ICTC 23 peserta. Jumlah slot peserta sangat terbatas. Terbukti antusiasme para peserta sangat besar, mengingat slot peserta langsung terisi penuh dalam waktu 10 menit.

Dalam penyelenggaraannya, lanjut Daryanto, ICE 2021 akan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 dengan ketat. Penonton juga tidak dihadirkan di lokasi untuk menghindari kerumunan.

“Jadi semuanya bakal diletakkan di suatu tempat yang aman. Semua (yang ada di lokasi kompetisi) akan menjalani swab test dan semuanya harus menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak). Selain itu, tahun ini tidak ada penonton yang datang ke lokasi, tapi akan disiarkan secara live streaming,” ungkap Daryanto.

Live streaming ICE 2021, lanjut Daryanto, hanya bisa disaksikan di youtube channel: Merahputih.com. Selain itu, semua informasi terupdate ICE 2021 bisa didapatkan di MerahPutih.com dan akun Instagram @newsmerahputih.

Tiga kompetisi siap dilaksanakan di ICE 2021. (Foto: side.id/Andhika Hutama Putra)

Daryanto melanjutkan, karena pandemi COVID-19, ada beberapa kendala yang harus dialami termasuk keterbatasan juri internasional di dalam kompetisi ICE 2021. “Bedanya, tahun lalu kita bisa mengundang juri internasional. Tetapi karena pandemi, kali ini kita tidak bisa. Benar-benar murni dari juri lokal yang sudah sangat berpengalaman,” kata dia.

Secara mekanisme kompetisi, kata dia, semuanya sama. “Sekali lagi, di tengah pandemi COVID-19 seperti ini kami berupaya mendukung program pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Siapapun yang masuk harus menjalani tes swab dan harus pakai masker,” tambahnya.

Nantinya, pemenang kompetisi ICE 2021 akan menjadi perwakilan dari Indonesia untuk mengikuti kompetisi World Coffee Events di kancah internasional. (shn)

Sumber : https://merahputih.com/post/read/ice-2021-siap-digelar-dengan-protokol-kesehatan-ketat